Kerajinan Monel

Selain terkenal sebagai pusat kerajinan mebel ukir, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah juga masih memiliki pusat-pusat kerajinan  lainnya. Salah satunya adalah pusat kerajinan perhiasan dari logam monel alias baja putih. Pusat kerajinan monel ini terdapat di Desa Kriyan,  Kecamatan Kalinyamatan.

Desa ini merupakan pintu masuk menuju Kabupaten Jepara, baik dari arah Demak maupun Kudus. Lokasinya 5 kilometer (km) dari perbatasan Demak dengan Jepara.

Namun, bila dari pusat Kabupaten Jepara, Anda harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk sampai ke Desa Kriya menuju arah Demak. Penanda sentra ini terdapat  gapura bertuliskan Sentra Monel Jepara.

Begitu memasuki desa ini, Anda akan langsung menemukan deretan toko yang menjual aneka aksesori dari bahan monel, seperti anting, cincin, gelang, kalung, bros, hingga gantungan kunci.

 

Toko Penjual Kerajinan Monel

Terdapat belasan toko yang meramaikan sentra monel di Kriyan ini. Perhiasan monel itu dipasok para perajin dari desa itu juga. Rosmi, salah satu pemilik toko di Kriyan mengatakan, sentra monel di desanya sudah ada sejak tahun 1970-an silam. Sentra ini dimulai dari para perajin monel yang memiliki usaha rumahan.

Awalnya, para perajin itu membuat pelbagai aksesori dari bahan monel untuk dijual ke tengkulak. Kerajinan monel itu kemudian dipasarkan ke pelbagai daerah di Indonesia.

Kerajinan Monel Untuk Kemakmuran Jepara

Belakangan, banyak perajin maupun warga biasa mendirikan toko untuk memasarkan produk monel tersebut. “Hampir semua penduduk desa ini merupakan perajin dan sekaligus pedagang monel,” agar masyarakat bisa menjadikan salah satu Kerajinan Monel sebagai salah satu penyumbang APBD dalam menumbuhkan UKM asli di Jepara khususnya dalam pengrajin Monel.